Kesenian Garut
Kabupaten Garut memiliki banyak sekali tradisi atau kesenian yang fungsi nya yaitu bisa untuk keagamaan,hiburan ataupun sebagai fungsi seni pertunjukan. Saya , Irvan Faza akan menyebarluaskan mengenai apa-apa saja kesenian yang ada di beberapa kecamatan di kabupaten Garut.
1.Dodombaan
Kecamatan: Bayongbong,Garut
Kesenian ini lahir di Desa Panembong Kec. Bayongbong dan dipimpin oleh Bapak SAJIDIN.
2.Lais
Kecamatan: Cibatu,Garut
Kesenian Lais Diambil Dari Nama Seseorang Yang Sangat Terampil Dalam Memanjat Pohon Kelapa Yang Bernama ?Laisan? Yang Sehari-Hari Di Panggil Pak Lais. Lais ini Sudah Dikenal Sejak Aman Penjajahan Belanda. Tempatnya di Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening. Atraksi yng ditontonkan mula-mula pelais memanjat bambu lalu pindah ke tambang sambil menari-nari dan berputar di udara tanpa menggunakan sabuk pengaman, sambil diiringi tetabuhan seperti dog-dog, gendang, kempul dan terompet.
Kesenian Lais Diambil Dari Nama Seseorang Yang Sangat Terampil Dalam Memanjat Pohon Kelapa Yang Bernama ?Laisan? Yang Sehari-Hari Di Panggil Pak Lais. Lais ini Sudah Dikenal Sejak Aman Penjajahan Belanda. Tempatnya di Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening. Atraksi yng ditontonkan mula-mula pelais memanjat bambu lalu pindah ke tambang sambil menari-nari dan berputar di udara tanpa menggunakan sabuk pengaman, sambil diiringi tetabuhan seperti dog-dog, gendang, kempul dan terompet.
3.Bangkulung
Kesenian Bangklung merupakan perpaduan dua buah kesenian tradisional, yakni Kesenian Terebang dan Kesenian Angklung Badud.
Kesenian Bangklung merupakan hasil prakarsa Bapak Rukasah selaku Kepala Seksi Bidang Kesenian Depdikbud Kabupaten Garut, telah menetapkan perpaduan jenis kesenian Terebang dan Angklung pada tanggal 12 Desember 1968 di Desa Cisero Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
4.Badeng
kecamatan : Malangbong,Garut
Kesenian tradisional BADENG diciptakan pada tahun 1800 yaitu di jaman Para Wali, kesenian ini mula-mulanya diciptakan oleh seorang tokoh penyebar agama Islam bernama ARFAEN NURSAEN yang berasal dari daerah Banten yang kemudian terus menetap di Kampung Sanding Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, beliau dikenal masyarakat disana dengan sebutan LURAH ACOK.
5.Debus
DEBUS adalah salah satu jenis kesenian tradisional rakyat jawa Barat yang terdapat didaerah pamempeuk Kabupaten Garut ini tercipta kira ?kira di abad ke 13 oleh seorang tokoh penyebar agama islam ,pada waktu itu di daerah tersebut masih asing dan belum mengenal akan ajaran islam secara meluas. Tokoh penyebar agama islam disebut Mama ajengan .
Nama ajengan berpikir dalam hatinya bagai manakah caranya untuk dapat menyebar luaskan atau mempopulerkan ajran agama islam karena pada waktu itu sangat sulit sekali karena banyak kepercayaan-kepercayaan dan agama lain yang di anut oleh masyarakat setempat. sedangkan ajaran agama islam pada waktu itu masih belum dipahami dan di mengerti maknanya .
Pada tengah malam bulan purnama si Mama Ajenganmengumpulka para santrinya untuk bersama-sama menciptakan sambil dengan belajar menabuh seperangkat alat-alat yang terbuat dari pohon pinang dan kulit kambing sehingga dapat mengeluarkan bunyi dengan irama yang sangat unik sekali yang kemudian kesenian tersebut dinamakan DEBUS. Dengan cara menyajikan kesenian ini, diharapkan dapat menarik masa yang banyak.
6.Gesrek
Kecamatan : Pamulihan,Garut
Kecamatan : Bungbulang,Garut
HADRO adalah jenis kesenian perpaduan antara budaya Parahyangan dengan budaya Parsi atau Arab. Seni ini diperkenalkan oleh Kyai Haji Sura dan Kyai Haji Achmad Sayuti yang berasal dari Kampung Tanjung Singuru Samarang Kabupaten Garut sekitar tahun 1917. kehadirannya tentu saja mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Bojong. Maka tidak heran apabila perkembangannya sungguh sangat menggembirakan.
Jenis kesenian ini memiliki ciri tertentu dalam gaya dan lagunya. Gaya/laga adalah gerak geriknya yang diambil dari jurus-jurus pencak silat yang menggambarkan kepatriotan.
Kecamatan : Semarang,Garut

Merupakan kesenian tradisional dari Kec. Samarang. Pencak silat ini tidak jauh berbeda dengan pencak silat yang ada, hanya selain mendemontrasikan jurus-jurus silat, pesilat itu membawa ular berbisa dalam atraksi. Kelebihan lain pesilat bisa menjinakan ular-ular itu bahkan kebal terhadap gigitannya.
9.Cigawiran
Kecamatan : Selaawi,Garut
Seni tradisional Cigawiran termasuk kelompok cabang seni Karawitan Sekar, bukan seni petunjukan .Seni tradisional ini hampir sama dengan Beluk, Cianjuran Sumedang dan Kawih (Karawitan Sekar).
Tembang Cigawiran lahir di Desa Cigawiran, Kecamatan Selaawi.
10.Rudat
Kecamatan : Pamengpeuk,Garut
Merupakan seni pertunjukan atraksi kekebalan tubuh. Selain di Pameungpeuk, berkembang juga secara aktif di Cikajang dan Singajaya, dan berkembang secara kurang aktif di Kecamatan Leles.
Itulah beberapa keseniaan yang masih familiar di kabupaten Garut. Saya, Irvan Faza kerap bersosialisasi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Garut. Namun, kesenian-kesenian di beberapa kecamatan sudah jarang sekali terlihat. Sebenarnya kesenian-kesenian inilah yang menjadi aset terpenting untuk mempertahankan kultur budaya khas Kabupaten Garut. Menurut Irvan Faza mari kita tumbuhkan lagi rasa cinta kita terhadap kabupaten Garut. Terlebih lagi bagi masyarakat asli Garut (ASGAR) dan yang menetap di kabupaten Garut. Saya mengutip pernyataan dari seorang budayawan yaitu Emha Ainun Nadjib:
“Kalau saya kadang bicara pakai bahasa Jawa, jangan dibilang Jawasentris.
Saya cuman berekspresi sebagai orang Jawa. Saya lahir dan dibesar di Jawa.
Diperintah Tuhan jadi orang Jawa. Maka saya mencintai dan mendalami budaya
saya.”
Saya, Irvan Faza punya versi lain nya nih :
“Kalau saya
kadang bicara pakai Bahasa Sunda, jangan dibilang Sundasentris. Saya cuman
berekspresi sebagai orang Sunda. Saya lahir dan dibesarkan di tanah Sunda.
Diperintah Tuhan jadi orang Sunda. Maka saya mencintai dan mendalami budaya
saya,setelah itu baru saya mengenal budaya yang lainnya”
Pesannya adalah kita sebagai masyarakat asli garut (ASGAR) sudah
seharusnya mencintai budaya kita sendiri dan mempertahankan budaya kabupaten
Garut tercinta ini.
Source : http://anggitgilang23.blogspot.co.id/2012/06/kesenian-tradisional-di-garut.html
YOUTUBE:
Irvan Faza Garut
TWITTER:
FACEBOOK:










Komentar
Posting Komentar